Jumat, 19 Juli 2013

Obrolan dengan mama

Lagi suntuk banget ngerjain tugas akhir yang gak kelar-kelar, terus pengen ngepost obrolan tadi pas kultum taraweh bareng mama. Obrolan ringan, namun bermakna, entahlah.
Mama (M)
Kiky (K)

M: Kamu tuh udah kelar belum skripsinya?
K: Umm, belum, pusing (sambil kemudian sujud ke sajadah)
M: (sambil ngelus kepala) terus, masalah buat gue?
K: -___- (kemudian bangun) Yang bikin pusing lagi entar pas udah selesai mau kemana?
M: (senyum) yaaa itu nanti usaha lagi
K: kalo gak jadi guru, gak papa, Ma?
M: Yaa, gapapa yang penting sukses
K: Kalo ngajar di pedalaman gimana? Ada program SM3T dari dikti, jadi ngajar di tempat terpencil, kaya papua, kalimantan, gitu, boleh?
M: Kamu mau di panah sama orang dayak?
K: Dih, seriusan, program beneran jeh. Udah banyak yang ikut
M: Pokonya jangan jauh-jauh dari Mama
K: Dasar bae gak ikhlas anaknya jauh-jauh, terus kalo kerjanya di luar kota gimana?
M: Ya, ga papa, lulus aja dulu. Nanti juga nikah, jangan misah dulu sama mama.
K: Dih apa jeh, ya kalo diluar kota mah pasti misah sih mah, lagian disini aja ngga berkembang.
M: Ya pokonya, sebelum punya rumah sendiri, jangan misah dulu. Seengganya bikin mama tenang buat ngelepasnya.

Kemudian saya melihat langit-langit masjid sambil menerawang jauh. Terlalu begitu sayangnya mama sama anaknya, yang bahkan belum pernah ngasih apa-apa sama mama. Ngga tega juga kalo harus ninggalin mama dirumah. Beda ceritanya kalo masih ada papa, seengganya papa bisa ngejagain mama, pasti. Tapi nyatanya, mama sekarang single fighter, gak ada tempat bersandar, bercerita, berbagi suka duka, kecuali sama anak-anaknya. Tapi Ma, percaya. Mau Kiky tinggal di belahan bumi manapun, kiky akan selalu ingat mama, kaya mama yang selalu sayang sama Kiky. I love you, Ma. Terus doain Kiky ya, biar bisa ngebahagiain mama, dunia dan kelak di akhirat nanti. aamiin. Oh ya, doakan juga anakmu yang sedang berjuang untuk mendapatkan gelar sarjana, iya sarjana pertama dalam keluarga kita :')

no matter what, Kiky always love Mama

Rabu, 03 Juli 2013

A little thing about love

"Jika dalam cintamu hatimu lebih sering terluka daripada digembirakannya
Maka lepaskanlah dia dari genggaman penuh kekhawatiranmu"

Kutipan di atas merupakan salah satu kutipan dari Mario Teguh, dan ini benar adanya. Karena ketika cinta terus menyakitkan, itu bukan cinta lagi namanya. Lepaskanlah, karena dengan melepaskan kamu akan mendapatkan penggantinya, dengan lebih baik dan dengan cara yang lebih indah, dari yang kau bayangkan sebelumnya. Ketika melepaskannya timbul luka yang teramat dalam, ikhlaskanlah. Karena ketika luka tak kunjung sembuh, akan timbul dendam yang beradu dengan kebencian. Ikhlaskan dengan perlahan, namun pasti. Tak perlu terburu-buru, karena menghapus memori lebih sulit dibanding melupakan seseorang. Memori-memori yang menari-nari lincah di fikiranmu akan sirna seiring dengan waktu yang berputar. Soal waktu tak jadi masalah. Karena terkadang waktu yang hanya dapat menjawabnya. Tak perlu benci kepada Tuhan, bersyukurlah karena Tuhan telah membuka mata dan hatimu agar tak larut dalam cinta fana yang tak berujung. Percayalah, Tuhan telah memberimu cinta yang abadi, dan tak akan tertukar dengan manusia lain. Tuhan teramat pintar, bahkan untuk hal remeh temeh seperti ini. Hanya mungkin waktunya saja yang belum tepat, mungkin sebentar lagi atau bahkan masih terlampau jauh, tapi dia akan datang, datang dengan dengan membawa sejuta cinta yang baru serta penuh pengharapan juga tujuan. Itu yang dinamakan jodoh. Dia dekat namun jauh, dia jauh namun dekat. Tunggulah dengan penuh kesabaran, karena ketika tiba saatnya dia akan datang dengan sendirinya, tanpa perlu aba-aba.

Kamis, 27 Juni 2013

Sampai Ketemu 4 tahun lagi, sob!

Di tiap-tiap pertemuan selalu ada perpisahan. Namun, ini perpisahan yang menyenangkan bukan? Ya aku paham, kita berpisah karena kau yang mengejar cita-citamu. Perpisahan ini pun hanya sementara, karena kau akan kembali lagi. Aku yakin, kau pun berat akan hal ini, tapi ini sesuatu yang kau pilih untuk masa depanmu, paling tidak untuk hidup yang lebih baik, ya aku paham. Kau pun telah bercerita banyak tentang hal itu dan aku pun mengerti, amat mengerti. Ibumu adalah alasan utama, karena kau adalah anak lelaki kesayangan ibumu, yang ibumu telah susah payah berusaha menyekolahkanmu hinggi sejauh ini. Aku bangga padamu.

Aku mendengar tiap-tiap bait nasihatmu, sungguh. Aku pun berusaha untuk memenuhi pesan-pesanmu, aku berjanji. Aku senang akhirnya kau berada di sana, negarayang bahkan kau tak pernah impikan untuk kesana, kota yang bahkan asing ditelingamu. Aku hanya sedih, kelak tak ada lagi yang mendengarkan cerita-cerita konyolku, atau bahkan sekedar bertegur sapa tanya kabar, atau menemaniku makan siang ketika aku mulai jenuh, tapi kau berjanji kan akan selalu menghubungiku dan mengirim tiap gambar yang kau bidik? aku menunggu hal itu. Aku menunggu cerita hebatmu.

Kau bisa percayakan kekasihmu padaku, aku akan menghiburnya tiap saat, percayalah. Ah rasanya terlalu berlebihan, karena ini baru satu hari keberangkatanmu, masih ada 4 tahun ke depan yang harus dilewati. Aku akan mendoakanmu, seperti kamu mendoakanku. Aku akan menghibur kekasihmu, seperti kamu sering menghiburku. Aku akan merindukanmu seperti saat aku haus akan tiap nasehat bijakmu.

Well, sampai ketemu 4 tahun lagi, sob!
sampai bertemu ketika aku dan kamu telah mendapat penghidupan yang lebih baik
I'll be missing you....

Last day we met
LOVE
KIKY~ yang bakal kangen moment bareng kalian :")

Minggu, 23 Juni 2013

MELLOW

Rasanya mellow, terlalu mellow. Iya mellow. Katanya kuat katanya sabar terus baru segini aja udah mellow. Terus mau kemana? Mau lari? Ya nggak bisa toh, ini semua kan emang harus dihadapi. Mau lari? Capeklah, wasting time juga. Semuanya harus ada manfaatnya, mellownya jangan keterusan. Boleh mellow tapi nggak boleh berlebihan. Boleh capek, tapi nggak boleh nyerah. Kan semuanya sudah direncanakan, dan memang seharusnya harus diupayakan realisasinya, bukan cuma terus mellow kayak gini.

Iya tau rasanya lelah, terus bekejaran dengan waktu dan dengan individu yanglain, lah yaterus mau gimana toh. Hidup kan layaknya track lari, harus tetap fokus liat ke depan sampai garis finish, gak perlu liat kontestan lain, karena sedikit saja menengok kebelakan akan kehilangan sepersekian detik langkah kemenangan.

Ah, rasanya mau meluk seseorang.

Sabtu, 01 Juni 2013

Kaleidoskop Mei

Mei, bagi gue adalah bulan penuh rejeki. Yap, gimana nggak, gue mulai ngelesin, setelah bulan April kemaren diterima jadi staff pengajar salah satu bimbel matematika baru di Cirebon. Selain itu, gue ditawarin temen kakak gue jadi mistery shopper di salah satu supermarket besar, yang fee nya lumayan. Gue cuma jadi semacem mata-mata, kemudian ngisi kuisioner, dan selesai. Dan, yang lebih lebih lagi, waktu bulan Mei kemaren, gue kerja. hihihi

Pekerjaan dimulai ketika Teh Nita malam hari sms gue menawarkan pekerjaan di kantornya. Sbenernya dia broadcast ke semua anak kelas, tapi katanya cuma gue yang nge-respons. Entahlah, apa yang buat gue dengan begitu cepat langsung bilang mau ke dia, padahal gue nggak tau kerjaannya apaan, yang gue tahu, gue ntar kerja, jadi seenggaknya gak ngebangke dirumah, tanpa kerjaan selain ngeles dan bimbingan. Jadi teh Nita bilang dia butuh 2 orang perempuan buat jadi semacam panitia tambahan acara launching perumahan dia. Untuk lebih jelasnya, besok siang ditunggu bosnya di kantor, Kanci.

Perjalanan kerja pertama gue dimulai saat itu. Gue langsung ngajak Fitri buat jadi partner. Siangnya gue dan Fitri langsung ke kantor di Kanci. Cuma  modal nekat dan bismillah kami menuju sana, sambil doa mudah-mudahan nggak ada kumpulan orang pake seragam coklat yang lagi gak punya duit. Pakek nyasar dan sebagainya akhirnya berkat tanya sana sini sampai juga di Kantor. Di kantor, langsung ketemu sama si Bos, Pak Maman, ngobrol ini itu buat tanya kerja kita ngapain, sampai akhirnya kita berdua mulai paham. Jadi gue dan Fitri itu semacem jadi EO buat acara launching perumahan yang acaranya tinggal 11 hari lagi, acara utamanya dalah lomba mewarnai untuk anak TK, tapi sasarannya dalah orang tua murid. Gue dan Fitri harus mempersiapkan semuanya, mulai dari beli souvenir, snack, nyipain rundown dsb. Awalnya kerjaan gabut, tapi lama-kelamaan mulai teratur dan kerasan. Capek sih, gimana enggak, tiap hari bolak-bali kanci, daerah yang gue sama fitri belum tau sebelumnya, gue sama Fitri naik motor jauh sampe lemahabang, astanajapura, bahkan sampe ke yang mau ke kuningan naik motor. Mulai dari survey TK, nyebarin undangan sampe follow up. Beli souvenir ke samson, pesen kaos, beli snack di purimas, semua kita lakukan berdua, yap berduua. Kurang kuat apa coba kita berdua. Skripsi, semacam ditinggalkan, soalnya tiap pulang kerumah capek langsung istirahat. Gue acungin jempol buat orang yang kuliah sambil kerja, hebat! Dan, semua lelah itu terbayar ketika hari terakhir kerja gue dan Fitri dapet upah yang worth it, bahkan lebih. Yap, Allah emang Maha Baik.

Dari uang gajian itu, Fitri langsung beli hape, dan gue? Dari hasil gajian, dan bobol tabungan, akhirnya gue beli laptop. Alhamdulillah, bisa kebeli juga laptop, barang yang gue pengen sejak 3 taun yang lalu. Dan, di 2013 ini gue dapet, pake duit hasil kerja keras sendiri lagi, kerasa bangganya :). Ngehedon? jangan ditanya, berasa pekerja yang abis gajian, gue dan Fitri ngebeli yang kita pengenin.

Makanya gue bilang, bulan Mei bulan penuh rejeki, banget. Let say Alhamdulillahirabbil 'alamiin.
Karena gue percaya, Tuhan maha pengasih dan Maha penyayang.
Percaya, tiap doa dikabulkan melalui tiga cara?
Langsung dikabulkan, dipending, atau diganti dengan yang lebih baik.
Yap, gue percaya, amat percaya.
Kuncinya bersyukur dan bersabar, karena Allah liat usahamu :)))