Kamis, 09 Januari 2014

Rabu, 08 Januari 2014

the day before graduation

Rabu, 8 Januari 2014. Yudisium dan Pelepasan Wisudawan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Bisa dibilang acara ini merupakan wisuda kecil. Sebanyak 620 calon wisudawan berkumpul di Convention Hall Zamrud Hotel. Acara dimulai dengan pembukaann, sambutan, kesan pesan lulusan terbaik, pengumuman lulusan terbaik, dan ramah tamah. Dibawah ini adalah beberapa foto yang diabadikan.



foto with my mommy. Jadi cantikan siapa? LOL
Kacung Cirebon (kiri) Rara Cirebon (Kanan)



teman seperjuangan selama kuliah


Setelah hari ini, menunggu hari kamis, 16 Januari 2014 buat WISUDA!

Sabtu, 04 Januari 2014

Selamat Harimu, Papa!

5 Januari 2014
ini seharusnya menjadi harimu, Papa
Hari dirimu yang ke 53 tahun
seharusnya, Papa

Aku ingat, Papa
terlalu tabu untuk mengucapkan selamat dirumah
setiap 5 Januari tahun-tahun yang lalu
kami tak mengucapkan selamat padamu
kami hanya mengucapkan doa-doa lirih
tanpa sepengetahuanmu

Aku ingat, Papa
Dirimu tak terlalu suka dengan ulang tahun
bagimu ulang tahun hanya tahun yang berulang
tak lebih

Aku pun ingat, Papa
Dirimu selalu berkata
ulang tahun adalah suatu perubahan
perubahan yang lebih baik

Dan hari ini
ijinkan kami untuk mengucapkan selamat padamu, Papa
selamat hari kelahiranmu, Papa
walau kematian telah menjemputmu 3 tahun yang lalu
kami tak akan pernah lupa
ini adalah harimu, Papa

Ijinkan pula kami memanjatkan doa lirih
untukmu pada-Nya
semoga ada banyak cahaya-cahaya dalam kuburmu
semoga dirimu berada selalu di dekat-Nya
semoga anak-anakmu menjadi anak yang sholeh dan sholehah
dan semoga kami bisa membangunkamu rumah di surga-Nya
agar nanti kita dapat berkumpul bersama (lagi)
di jannah-Nya
aamiin
selamat harimu, Papa
we love you :*


5 Januari 2014
Rizky Purnama

Sesimpel itu

Hidup itu pilihan
Seperti perjalanan
Kamu boleh memilih untuk belok kanan atau kiri
Boleh juga lurus
Atau kamu ingin mundur lagi
Itu juga boleh
Sesimpel itu...

Hidup itu pilihan
Seperti tanda baca dalam kalimat
Kamu boleh berhenti sejenak lewat koma
Boleh juga bertanya-tanya bahkan melakukan perintah
Atau kamu ingin berhenti seperti titik
Itu juga boleh
Sesimpel itu...

Hidup memang simpel, bagi orang-orang yang membuatnya menjadi mudah.
4 Januari 2014
Rizky Purnama

Jumat, 03 Januari 2014

What I want to be?

Sudah 2 bulan pasca kelulusan, dan 2 minggu pra wisuda saya masih bingung, mau jadi apa nanti saya? Terdengar janggal bagi manusia seumuran saya yang telah memasuki umur twenty something, yang sudah mengenyam pendidikan tinggi lalu masih bingung."What I want to be?" Well, yeah I am.

Tentang bagaimana seharusnya bekerja, atau tentang ingin kerja dimana, atau tentang setelah ini mau ngapain lagi? Mengingat itu bikin semuanya terasa buram. Karena saya masih bimbang. Rasanya, seakan tak produktif jika harus dirumah berdiam diri, cuma sekedar nonton televisi atau sekedar blog walking. Ya, ndak begitu terus sih. Tapi, apa yang dicari setelah lulus ini? Pekerjaan? Well, actually yes!

Prinsip. Ini yang membuat saya makin bingung. Bukan saya sok idealis, tapi prinsip ini yang membuat saya memilah. Memilah apa yang cocok dengan saya, yang sekiranya nggak bikin bosan, dan bisa jadi pegangan hidup berupa materi, dan juga tidak dilarang agama alias HALAL dan barokah. Prinsip ini yang kadang di nyinyirin orang lain,dibilang sok inilah itulah. Sama seperti ketika sebulan kemarin, ketika saya mendapat panggilan dari sebuah perusahaan yang menjajikan gaji besar dengan jenjang karir yang bagus, namun saya menolak. Tolakan saya ini saya fikir baik-baik bukan asal tolak menolak (karena saya pun butuh pekerjaan). Saya juga bukan menolak rizki, sungguh tidak. Saya tahu dalam agama saya tidak baik menolak rizki, tapi dalam agama saya pula mengajarkan untuk mencari rizki yang halal juga berkah. Itu yang jadi prinsip saya, yang (mungkin) orang lain tidak setuju bahkan mungkin keluarga saya.

Ketika dipanggil perusahaan tersebut, kakak saya bilang "coba pikirkan baik-baik bagaimana perusahaannya, sistemnya?". Saya pikirkan masak-masak, kemudian terbesit suatu pernyataan bahwa, masa saya memberi uang pada ibu saya yang tidak berkah. Kemudian saya menolak. Keberkahan ini merupakan suatu kenyamanan hidup. Ya, gaji besar ndak berkah mungkin akan selalu kurang. Bukankah ketenangan hati tidak bisa dibeli dengan milyaran rupiah? Lalu saya menolak dengan dicap bodoh oleh teman-teman saya. Tapi saya yakin, bukankah rizki itu sudah Tuhan atur dan tak akan tertukar walau sepeserpun? Ini prinsip saya, ndak suka yaudah. Biarlah, mungkin Tuhan ingin saya mencari, terus mencari, belajar dan terus belajar hingga nanti saya menemukan, menemukan yang Tuhan telah gariskan.
Kadang ingin menjadi guru, seperti latar belakang pendidikan saya.
Kadang ingin menjadi  dosen, yang terus mengupgrade pendidikan sampai profesor.
Kadang ingin menjadi pegawai BUMN yang gajinya besar.
Kadang ingin menjadi reporter biar bisa jalan-jalan dan menyampaikan berita paling update.
Kadang ingin menjadi pekerja kantoran, yang keren dengan tampak elegan.
Kadang ingin menjadi pengusaha, yang bisa kerja sesuka hati, tanpa ada yang mengatur.
Kadang ingin menjadi ibu rumah tanggah yang fulltime mengurus rumah tangga.
Kadang saya juga ingin menjadi semuanya :))
Seperti Mario Teguh bilang, ketika bekerja anggaplah 2-3 tahun sebagai pencarian, dan selebihnya biarlah pekerjaan yang mencarimu. Semangat mencari! Ketika mencari jangan lupa belajar. Ketika belajar akan menemukan ilmu baru. Dan ilmu itu pasti akan berguna, walau nanti dikemudian hari.


Kerahkan tangan mu sepenuh tenaga, biarkan tangan-tangan Tuhan yang bekerja selebihnya-Rizky Purnama

Rabu, 01 Januari 2014

Tolong ingat ini, Tuan!

Masih ingat ini, Tuan?
Bagaimana saat awal kita berjumpa
malu-malu saling berkenalan
bertukar nama juga saling bercakap
antara aku dan kamu

Masih ingat ini, Tuan?
Saat kita lama tak berjumpa
kemudian bertrmu kembali
lalu berjanji untuk saling menjaga hati
antara aku dan kamu
menjadi kita

Masih ingat ini, Tuan?
Ketika hari-hari menjadi pelangi
Berbagi tawa juga kasih
berjanji untuk saling tak menyakiti
tak saling membebani

Tolong diingat, Tuan!
Tolong diingat, masa-masa itu
agar kau tak amnesia

Tolong ingat saat itu, Tuan!
agar ketika ada yang baru datang
yang menurutmu lebih manis
kau tidak lupa
bagaimana kita bersana
bersusah payah untuk bertahan

Tapi sepertinya kau tidak ingat, Tuan.
Kau terlampau bahagia dengan yang baru.
Kau sudah lupa, Tuan.
Atau dia memaksamu untuk melupa?
Tapi aku tidak, Tuan.
Karena aku tak amnesia sepertimu

Tolong diingat, Tuan!
Kau boleh pergi dengannya
Tapi kau perlu ingat ini, Tuan.
Hatiku bengkak, amat bengkak
ketika kau lebih memilihnya.

Rizky Purnama
20 Desember 2013