Senin, 13 Februari 2017

Another Chapter In My Life

*disclaimer: tulisan ini adalah tulisan orang yang sudah lama tidak menulis, sehingga kaku dan tidak berisi.

Kalau dilihat dari data statistik 2016, ternyata produktivitas menulisku sangat kurang. Padahal itu saat PPG, dimana Wi-Fi kebutnya seperti mobil ferari. Dibilang sibuk, padahal gak sibuk-sibuk amat, alasannya mungkin malas? Ah begitulah. Intinya saat PPG berasrama, aku menemukan pengalaman baru, hidup bersama dengan orang-orang yang baru dikenal, seatap, berbagi kamar, berbagi makanan, berbagi cerita. Kadang ada sedihnya, tapi alhamdulillah banyak menyenangkannya.



Dan, Pada akhirnya tanggal 19 Januari 2017 kemarin, aku yudisium. Setelah drama ujian bertubi-tubi, dan diakhiri dengan pencapaian UTN lolos satu putaran (sumpah, seneng banget pas pengumuman), dua huruf gelar disematkan di belakang namaku. Bukan gelar sebenarnya yang terpenting, toh justru aku malu namaku ada gelarnya, tapi perjuangan selama ini akhirnya menemukan titik yang hmm, ternyata aku bisa.

Satu tahun, ternyata bukan waktu yang sebentar. Pengalaman SM-3T kemarin mengajarkan bahwa waktu yang dijalani akan berjalan cepat, baHkan lebih cepat dari yang dibayangkan. Tak akan mundur, akan terus maju. Begitu juga saat PPG. Saat-saat kaget karena kamar asrama ada di lantai 4, senin sampai jum'at harus pulang-pergi Asrama Jica yang jaraknya lumayan, belum siang hari dari Jica harus ke asrama lagi karena makan siang gratis adanya di asrama. Kegiatan asrama yang suka mendadak kaya tahu bulat. Kajian Alfurqon yang bukannya niat mencari pahala Allah, malah niat lillahitaabsen. Semua ternyata begitu cepat.

Satu tahun, antara kehidupan asrama dan kehidupan akademik, juga kehidupan pribadi hehehe. Semuanya berjalan lancar. Masalah-masalah kecil tumbuh di asrama, wajar. Karena selalu butuh penyesuaian ketika harus hidup dengan orang-orang baru yang 24/7 bersama. Dan aku baru menyadari, ternyata hidup dengan banyak orang yang tak ada hubungan darah di dalmanya juga menyenangkan, walaupun jadinya tak ada rahasia diantara kami. Dengan orang-orang yang selalu ingin tahu urusan orang (termasuk aku) hahah, tapi justru ada hal yang lebih kental dibanding darah, yaitu persaudaraan. 

Satu tahun, bagaimana dengan kuliah. Kuliahku memang luar biasa, lelahnya. Kuliahku seperti pekerja kantoran yang berangkat jam 08.00 dan pulang jam 16.00. Duduk, diam mendengarkan dosen, membuat RPP dan perangkat pembelajaran lain, kadang-kadang peer teaching, dan sering ujian kompetensi yang soalnya sering lebih susah dibanding ujian hidup. Dan beruntungnya, teman-teman satu prodi ku orangnya absurd. Paling tidak, saat lelah mendengar dosen di depan ada saja yang membuat tersenyum atau terbahak.

Satu tahun, jika ditanya "dapat apa selama satu tahun", maka kubilang pelajaran. Karena bagiku selain pelajaran yang ada di bangku kuliah, yang terpenting adalah pelajaran hidup. Pelajaran tentang menghargai, tentang bertetangga, tentang mempersiapkan masa depan. Dan lainnya yang tak dapat kusebutkan satu persatu. 

Dan setelah satu tahun ini? Apa yang akan dilakukan ke depan?
Aku sedang merencanakannya. Semoga berhasil. Aamiin.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar