Rabu, 09 September 2015

Cerita 43 - Ramadhan di Tanah Rantau

Ramadhan memang tak pernah sama, selalu menghadirkan kisah berbeda di setiap tahunnya, begitu juga tahun ini.

Ramadhan kali ini aku berada di tanah raantauan desa Oelfatu Kec. Amfoang Barat Laut Kab. Kupang NTT. Mungkin terdengar biasa, banyak juga orang yang berpuasa di tanah rantauan. Tapi akan berbeda halnya ketika menjadi minoritas dimana aku adalah satu-satunya muslim di desa ini.

Kebanyakan warga beragama Kristen sisanya katolik. Mereka awam tentag agamaku, tidak seperti orang kota yang berbeda namun mengetahui, mereka sama sekali tidak tahu menahu tentang agamaku. Maklum ini kampung informasi susah disapat, mereka hanya tau dari lingkungan saja, selebihnya tidak tahu. Seperti kemarin ketika aku meminta maaf ke tetangga, teman, dan siswa mereka langsung bertanya padaku ada apa. Setelah aku jelaskan baru mereka mengerti. Justru mereka bertanya-tanya padaku apa itu puasa, mengapa dan bagaimana. Jangan Tanya suasana ramadhan, sama sekali tidak dapat dirasakan disini.

Teman satu penempatanku juga Kristen, tapi dia sedikit banyak tahu tentang Islam, karena bapaknya muslim. Jadilah otomatis aku akan berpuasa sendirian selama disini.

Dari kecil hingga besar tak pernah aku berpuasa sendiri seperti ini. Kenyataan harus berpuasa sendiri membuat aku mempersipkan banyak hal seperti persediaan makanan dan penerangan. Kenapa penerangan? Karena jam 12 genset milik bapa akan dimatikan, jadi aku meminjam lampu ts (tenaga surya) milik bapa yang terang. Tidak lupa pasang alarm.

Khawatir terlambat, setiap jam aku bangun. Nesya akhirnya membangunkanku ketika jam 3. Aku bangun dan mempersiapkan sahur. Seperti mama-mama aku memasak. Nesya menemaniku, dia juga bangun. Aku merasakan bagaimana beratnya menjadi mama-mama yang harus bangun lebih pagi untuk memasak makan sahur. Makanan siap aku pun makan sendiri, melakuka aktivitas sahur sendiri kadang membuatku merasa sedih. But it’s the real life.

Ramdhan memang tak akan pernah sama tapi semoga ramadhan kali ini aku dapat menjalaninya lebih baik dari sebelumnya aamiin ya rabbal alamiin.


HAPPY RAMADHAN!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar