Jumat, 10 Juli 2015

Cerita 19 - Hari Pasar

Hari senin merupakan hari pasar. Hari dimana semua orang akan pergi ke pasar. Pasar di daerah Hunail sekitar 2 km dari rumah bapa desa. Katanya pasar adalah tempat yang sangat ramai. Aku dan Nesya pagi hari bersiap ke pasar, tapi bapa desa Bapa Desa bilang pasar sekitar jam 9an. Kami manut, akhirnya kami berangkat jam segitu.

Walaupun kami sudah membawa banyak perbekalan dari Kupang, kami tetap ingin untuk pergi ke pasar, selain berbelanja kami juga ingin melihat pasar yang hanya terjadi sekali dalam seminggu, kami juga ingin berbelanja sayur mayur.

Sesampainya di pasar, aku kaget. Memang pasar ini ramai sekali, Maklum, di kecamatan Amfoang Barat Laut hanya ada 2 pasar, yaitu psar Senin di Oelfatu dan Pasar Sabtu di Honuk.

Selayaknya pasar, disini terjadi kegiatan jual beli. Apa yang paling banyak dijual disini? Sirih dan pinang. Memamah sirih pinang merupakan kebiasaan orang disini. Selain sirih pinang, has kebun seperti sayur dan buah ada disini, juga sembako yang biasanya dijual oleh koko dan aci yang orang cina. Pakaian dan peralata  dapur juga ada yang dijual oleh mas-mas jawa dari Kupang. Karena yang jual mas jawa aku membeli ember dapet diskon khusus haga rasis banget ya?

Laru putih, sopi timor? Ada banyak. Kalian tahu apa laru dan sopi itu apa? Itu adalah nama minuman keras khas ini. Jangan heran, pasar adalah tempat orang mabok. Lihat saja di bawah pohon banyak laki-laki berkumpul sambil memutar minuman keras. Karena hal itu, tak jarang hari senin banyak orang berkelahi di pasar.

Hari senin dianggap juga sebagai hari raya. Karena orang-orang berkumpul di pasar. Kebanyak orang saling bertukar info di pasar, bahkan berkirim undanga  juga di pasar, atau ada juga yang dapat jodoh di pasar. Kocak kan. Karena orang-orang satu kecamatan akan berkumpul di pasar. Tak akan ada acara gereja atau rapat pada hari senin, karena niscaya orang-orang tak akan datang.

Unik sekali pasar disini samapai salah satu anak muridku bilang
"Hanya ada dua tempat yang ramai disini, sekolah dan pasar."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar