Rabu, 22 Juli 2015

Cerita 31 - HARDIKNAS

Selama aku sekolah mulai dari TK sampai Kuliah, tidak ada perayaan yang istimewa dari hardiknas. Hanya upacara ketika tanggal 20 Mei, dan selesai sudah. Tapi Hardiknas dirayakan berbeda disini, tidak hanya sebatas upacara melainkan banyak acara-acara lain yang membuat Hardiknas menjadi istimewa. Hardiknas dianggap sebagai hari Raya bagi para pelaku pendidikan mulai dari peserta didik sampai pendidik. Disini, di Kecamatan Amfoang Barat Laut semua elemen pelaku pendidikan ikut meramaikan hardiknas.

Berawal dari Rapat seluruh kepala sekolah yang ada di kecamatan amfoang barat laut – terdiri dari 9 SD, 4 SMP, 1 SMA, dan 1 SMK- merencanakan kegiatan hardiknas ini. Akhirnya diputuskan Acara berpusat di Desa Oelfatu tepatnya di SDN Nainefo 1 dan SMAN 1 AMBAL sebagai tuan rumah. Acara dimulai dari tanggal 29 April dimulai dengan upacara pembukaan dan berakhir pada tanggal 2 Mei. Acara diisi dengan kegiatan perlombaan olahraga dan kesenian. Sayangnya SMA ada kegiatan UTS –yang terlambat dilaksanakan- sehingga SMA tidak ikut berpartisipasi banyak dalam acara, hanya ikut dalam pertandingan persahabatan saja.

Semua bekerja, bahkan warga desa pun ikut andil dalam kegiatan ini. Warga Desa ikut membantu membuat panggung dan tenda sederhana, pemuda gereja membantu meratakan rumput lapangan sepakbola, semua ikut terjun mensukseskan acara ini. Mau lihat gotong royong di Indonesia? Pergi ke Kampung dan lihat sendiri kerjasama masyarakat bahu membahu mengerjakan sesuatu.

Tanggal 29 sore hari, semua anak sekolah dan guiru-guru dari desa-desa sebelah mulai turun datang ke Oelfatu. Hujan deras dan banjir di kali tak menyurutkan semangat mereka untuk ikut kegiatan. Tapi karena hujan yang tak kunjung henti akhirnya upacara dipending hingga esok hari.

Hardiknas ini membuat Oelfatu yang biasa sepi menjadi ramai, bayangkan enam desa berkumpul jadi satu. Teman sm3t yang lain juga ikut berkumpul di desaku, mereka tinggal di kamarku yang laki-laki tinggal di rumah bapa desa. Tiap desa tinggal di tempat yang berbeda, ada yang di pasar, di sekolah dan dib alai pertemuan desa, ramai sekali. Menyenangkan melihatnya.

Pagi hari kami disibukkan dengan kegiatan olahraga antar sekolahh, malamnya kegiatan kesenian yang menampilkan tarian, nyanyian dan puisi dari masing-masing sekolah. Puncaknya pada tanggal 2 Mei kami upacara di lapangan SD Nainefo dan diakhiri dengan makan bersama.

Terkadang rasa nasionalis dan cinta tanah air dapat dilihat di pedesaan, seperti saat ini, ketika dirasa Hardiknas merupakan “hari”nya anak sekolahan maka setiap warga sekolah harus turut serta merayakannya.
tarik tambang

bola kaki

ciye... dapet tiga bungaaa

malam kesenian


SM-3T Kec. Amf. Barat Laujt


Ini Hardiknas-ku, mana Hardiknasmu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar